10 Cara Menjadi Guru Professional, Guru Harus Tahu

10 Cara Menjadi Guru Professional, Guru Harus Tahu | Yups, jika sahabat ASN adalah seorang guru, maka harus baca artikel ini sampai tuntas. Menjadi seorang guru professional, bukan hal yang mudah. Tidak cukup bermodal kecerdasan intelektual saja, tapi harus meliput semua jenis kecerdasan. Guru professional harus memiliki kecerdasan inelektual, sosial, emosional dan spititual.

Guru professional sangat dibutuhkan untuk bisa memajukan pendidikan di Indonesia. Lalu bagaimana sih cara menajdi guru professional. Apa saja hal yang harus dimiliki seorang guru professional. Oke, yuk kita bahas satu persatu. 

#1. Jadilah Guru Yang Adil

Sangat sulit lho menjadi guru yang adil. Apalagi kalau dalam kelompok belajar itu ada peserta didik yang merupakan orang terdekat, misal anak, keponakan, atau siapa saja yang memiliki hubungan dekat dengan kita. Tapi, bagi seorang guru harus tetap bersikap obyektif agar bisa memandang semua peserta didik secara adil.

#2. Harus Memiliki Sikap Terbuka

Terbuka dengan segala hal yang ada diluar bingkati pemikiran. Inilah kunci menjadi guru professional. Yang paling penting tentu adalah terbuka terhadap segala macam masukkan dan kritikan dari para peserta didik. Ketika seorang murid mengkritisi jangan marah, justru harus bangga itu artinya sahabat ASN memiliki peserta didik yang memiliki pemikiran kritis.

Selain itu, seorang guru professional juga harus terbuka pikirannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan membatasi diri dengan merasa puas dengan ilmu yang sudah ada. Justru uharus selalu merasa kurang atau haus ilmu. Update dengan teknologi terkini akan sangat membantu sahabat ASN dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar.
.

#3. Harus MenjadiSuri Tauladan

Ing Ngarso Sungtulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani . Inilah slogan dunia pendidikan kita yang memiliki arti  di depat menjadi teladan, di tengah-tengah memberi semangat dan dibelakang memebrikan dorongan atau dukungan. 

Untuk menjadi guru professional, maka seorang guru harus menjadi teladan bagi murid-muridnya. Dalam hal kedisiplinan, semangat bealajar, pantang menyerah, attitude maka harus menjadi panutan bagi para peserta didiknya. Ketika, seoarng guru sudah mampu menajdi suri tauladan, maka akan menjagi guru yang berwibawa dan bisa menjaga marwahnya sabgai guru. Dengan demikian peserta didik akan lebih mudah untuk diarahkan.

#4. Bijaksana Dalam Bersikap

Menjadi seorang guru, berarti harus bijaksana. Baik dalam mengambil keputusan, menyikapi masalah, maupun bertindak. Kalau Bapak/Ibu mampu menjadi sosok pendidik yang bijak, siswa tentu akan lebih respect. Pendidik yang bijaksana tahu bagaimana melakukan pendekatan yang tepat terhadap peserta didiknya.

#5. Guru Harus Fleksibel

Fleksibel atau lentur bukan berarti mencla mencle lho. Seorang guru tetap harus memiliki prinsip dan memegang teguh yang menjadi prinsipnya. Tapi juga tidak harus menjadi pribadi yang keras, kaku dan tidak mau menghormati prinsip orang lain. Dalam menyampaikan dan mempertahankan prinsip harus tetap dengan sikap fleksibel.

#6. Guru Harus Peka

Bapak/Ibu Guru harus bisa cepat mengerti, memahami, dan melihat dengan perasaan apa yang terlihat pada siswa. Mulai dari ekspresi wajah, gerak-gerik, nada suara, dan lainnya. Jadi, guru dapat segera memahami apa yang dialami oleh siswa. Tidak hanya cepat memahami, tapi juga cepat tanggap untuk menanggulanginya.

#7. Guru Harus Memahami proses

Dalam belajar dan mengajar, maka terjadi sebuah proses. Nah, proses ini tidak selalu mudah dilalui dengan cepat, bergantung pada individu masing-masing. Maka, penting sekali bagi seorang guru untuk bisa memahami arti proses. Memilih untuk menjadi guru tentu harus siap stok sabar yang banyak, bukan? Misalnya dalam mengajar, jika siswa tidak mudah memahami, maka jangan langsung dimarahi. Coba cek lagi, bagaimana karakter, tipe belajar, dan cara mengajar siswa tersebut.

Ketika selesai mengajar, seringkali Bapak/Ibu kembali ke rumah dalam keadaan yang sangat lelah. Tak terhindarkan juga rasa jenuh yang melanda ketika kehabisan akal menghadapi para siswa. Ini hal yang manusiawi kok. Namun, bisa diminimalisir jika Bapak/Ibu ingat betapa pentingnya sebuah proses. Jika merasa masih gagal dalam mengajar, cobalah untuk tetap menghargai setiap usaha yang telah dilakukan. Apabila hanya fokus pada kegagalan, maka akan memicu kemalasan, dan motivasi mengajar pun ikut turun. Jadi, hargai proses dan teruslah berinovasi.

#8. Padai Dalam Mengendalikan Diri

Menjadi seorang guru yang akan jadi teladan siswanya, maka harus bisa mengendalikan diri. Bapak/Ibu mampu memberikan pertimbangan rasional dalam memutuskan sesuatu dan memecahkan masalah. Kemudian, dapat menjalin hubungan sosial yang wajar dengan siswa, sesama guru, serta orangtua. Seorang guru yang profesional juga artinya telah bisa mengendalikan emosinya. Tahu bagaimana, kapan, dan di mana harus menyatakan emosinya.

#9. Konsisten

Seorang guru juga harus bersikap konsisten, tidak plin-plan. Kalau sedikit-sedikit berubah, tentu akan berpengaruh pada tingkat respect siswa ke gurunya. Coba Bapak/Ibu tegas dan berwibawa dengan menerapkan disiplin positif. Kalau dari awal kesepakatannya A, maka seterusnya akan A, jangan tiba-tiba berubah haluan menjadi B. Sewaktu-waktu mungkin saja ada perubahan, asal disertai alasan yang masuk akal dan memberi manfaat bagi seluruh pihak.

Menjadi seorang guru harus konsisten dalam mengajar. Guru yang profesional dan tidak hanya berprofesi sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi siswa. Sebagai guru, Bapak/Ibu dituntut menjadi sosok yang mampu menanamkan nilai-nilai terhadap siswa hingga mencapai kedewasaan. Jadi, harus tinggi konsistensinya.

#10. Memahami jiwa siswa

Nah ini yang terpenting. Selain sebagai pengajar, guru juga harus menjadi psikiater yang pandai memahami kejiwaan dari masing-masing peserta didiknya. Kita harus menyadari betul, bahwa peserta didik bukan barang atau makhluk yang hanya memiliki akal saja. Sehingga terus menjejali akal mereka dengan berbagai macam ilmu tanpa mempedulikan rasa.

Peserta didik adalah anak mansusia yang memiliki jiwa dan dilengkapi dengan rasa. Mereka bisa merasa senang, sedih, putus asa, bersemangat atau rasa-rasa lainnya. Seorang guru harus peka dalam menangkap semua rasa yang ada pada pserta didiknya dan mampu menganalisa penyebab rasa-rasa tersebut. Dengan demikian maka bisa mengambil sikap terbaik untuk menghadapi siswa dengan berbagai macam karakter, latar belakang dan tingkat kemampuan intelegensi yang berbeda-beda pula.

Oke sahabat ASN, demikian bahasa kita tentang 10 cara menjadi guru professional, semoga bermanfaat dan saya ucapkan teruslah bersemangat untuk menuntaskan tugas mencerdaskan anak bangsa.

Disqus Comments